Writing

Writing

Rabu, 25 Januari 2017

IKLAN ROKOK MOTIVASI OLEH DINI RAMADHANI

MOTIVASI ROKOK MAGNUM
Related image

Kita ukur sukses tidak dengan harta tapi dengan cerita.
Tentang mimipi yang mulai jadi nyata, tanpa korbankan prinsip.
Dengan kegigihan dan ketekunan
kita tak hanya bertahan hadapi rintangan kita
bangkit meraih sukses
kita tegap saat yang lain runtuh
kita teguh saat yang menyerah
kita sukses dengan semangat baja

inilah inpirasi sukses magnum

Teks Naskah Berita Haania Aulia

Selamat pagi, saya Haania Aulia
bertemu lagi dengan saya di acara liputan6

 Pemprov Jateng Ajak Masyarakat Tanam Lima Pot Cabai di Rumah
Tanaman cabai saat harga cabai mahal

Image result for liputan 6

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingginya harga cabai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mengubah perilaku masyarakat dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah.
Staf Ahli Gubernur Jateng bidang Kedaulatan Pangan, Whitono mengatakan, akan mengajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah.
Whitono mengaku, sudah membiasakan untuk menanam cabai di rumahnya yang bisa bermanfaat untuk tetangga di sebelah.

Artikel Berita Haania Aulia

Pemprov Jateng Ajak Masyarakat Tanam Lima Pot Cabai di Rumah


TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tingginya harga cabai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah akan mengubah perilaku masyarakat dengan cara menanam cabai di pekarangan rumah.
Staf Ahli Gubernur Jateng bidang Kedaulatan Pangan, Whitono mengatakan, akan mengajak masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah.
Whitono mengaku, sudah membiasakan untuk menanam cabai di rumahnya yang bisa bermanfaat untuk tetangga di sebelah.

Artikel Berita Dini Ramadhani

UNBK 2017, Hanya Ada Soal Wajib dan Soal Pilihan
18 Januari 2017

Image result for soal ujian
Orientasi
Edupost.id – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan, saat Ujian Nasional Berbasis Kompetensi (UNBK) 2017, setiap peserta hanya akan menghadapi soal UN wajib dan soal UN pilihan yang sudah dipilih sebelumnya. Jadi, soal yang tidak dipilih, secara otomatis tak akan muncul di komputer peserta.

Jumat, 20 Januari 2017

Tutorial Menggunakan Quipper Video


Terima kasih sudah melakukan pembayaran dan bergabung menuju sukses SBMPTN 2016 bersama Quipper Video. Jika kamu sudah melakukan pembayaran, maka kamu tinggal mulai menggunakan Quipper Video dengan langkah-langkah berikut:
1. Buka https://learn.quipper.com
2. Login dengan memasukkan ‘Nama Pengguna’ dan ‘Kata Sandi’ yang sama seperti saat mendaftar.
3. Setelah masuk dan berada di halaman ‘Beranda’, kamu akan menemukan kotak ‘Materi Saya’ dengan gambar gajah (Quino) di tengah. Di sebelah kanan, klik pilihan ‘+ Tambah Materi’ (seperti gambar 1) untuk mulai memilih materi SBMPTN yang ingin dipelajari (seperti gambar 2).
Gambar 1. Menu ‘Tambah Materi’
Gambar 2. Menu ‘Pilih Materi’
4. Setelah memilih materi, maka akan muncul mata pelajaran yang dipilih di halaman ‘Beranda’. Klik ‘Lanjut’  (seperti gambar 3) pada mata pelajaran yang muncul untuk memulai pelajaran.

Gambar 3. Menu ‘Lanjut’
Apa saya harus pilih ‘Gabung kelas baru’ untuk mendapatkan materi SBMPTN?

Gambar 4. Menu ‘Gabung Kelas Baru’
Mungkin di antara kalian ada yang bertanya-tanya apa fungsi dari menu gabung kelas. Untuk menggunakan materi SBMPTN di Quipper Video, kamu tidak perlu gabung kelas baru.
Jika kamu melakukan pendaftaran Quipper Video dan belum melakukan pembayaran, maka hanya logo ‘Kelas’ saja yang akan muncul di halaman ‘Beranda’.
Jika pembayaran sudah terkonfirmasi oleh sistem, maka menu ‘Materi Saya’ akan muncul.
Kamu bisa klik ‘Gabung Kelas Baru’ jika gurumu di sekolah menggunakan Quipper School untuk pembelajaran di kelas. Kamu tinggal menanyakan Kode Kelas ke gurumu untuk dapat mengakses kelas beliau.
Bagaimana cara mengubah Nama Pengguna atau Kata Sandi?
Kamu bisa mengubah Nama Pengguna atau Kata Sandi dengan cara sebagai berikut :
1.    Di halaman ‘Beranda’, kamu akan menemukan menu profil akunmu di bagian kanan atas berupa fotomu (jika sudah diunggah) dan namamu (lihat gambar 5).
2.    Klik namamu untuk mengubah pengaturan akun, seperti: mengubah gambar latar belakang, mengubah foto profil, mengubah Nama Pengguna, mengubah Kata Sandi dan menambahkan alamat email jika dibutuhkan. Terutama jika ingin mengubah Kata Sandi, kamu harus mencantumkan alamat email (lihat gambar 5).
3.    Untuk melakukan beberapa perubahan seperti yang disebutkan di atas, langsung klik menu ‘Ubah Profil’, maka kamu akan diberikan akses untuk mengubah data Nama Pengguna, email dan Kata Sandi. Harap diingat, jika kamu ingin mengganti Kata Sandi namun kamu tidak memasukkan alamat email, maka kotak isian Kata Sandi tidak akan bisa diubah. Pastikan alamat email diisi terlebih dahulu jika ingin mengganti Kata Sandi (lihat gambar 5).

Gambar 5. Mengubah Profil Akun
4.    Penjelasan gambar 5:
  • Klik ‘Unggah gambar cover’ jika ingin mengganti gambar latar belakang profilmu.
  • Klik ‘Unggah’ jika kamu ingin mengunggah atau mengubah foto profilmu.
  • Klik kolom ‘Nama Pengguna’ untuk mengubah Nama Penggunamu.
  • Klik kolom ‘Email’ untuk memasukkan alamat emailmu.
  • Klik kolom ‘Kata Sandi’ untuk mengubah Kata Sandimu.
  • Klik kolom ‘Ulang Kata Sandi’ untuk mengonfirmasi Kata Sandi barumu (isian kolom ‘Kata Sandi’ dan ‘Ulang Kata Sandi’ harus sama).
  • Klik ‘Pengaturan Facebook’ jika kamu ingin menghubungkan akun Quippermu dengan akun Facebook-mu, sehingga saat login kamu tinggal klik ‘Masuk dengan Facebook’.
  • Klik ‘Pengaturan untuk Orang Tua’ jika kamu ingin orang tuamu menerima informasi mengenai aktivitasmu di Quipper (tugas baru yang diterima, laporan belajar mingguan dan pengingat tugas). Informasi ini akan langsung dikirim ke email orang tuamu sesuai yang dicantumkan pada kolom ‘Alamat Email’ (lihat gambar 6). Pastikan juga kamu sudah mencentang ‘Saya berusia 13 tahun atau lebih’ untuk bisa memasukkan alamat email.
  • Klik ‘Selesai’ jika kamu sudah selesai mengubah profil akunmu.
Gambar 6. Pengaturan Orang tua

Selamat belajar bersama Quipper Video!

Berikut adalah tutorial pembelajaran menggunakan Quipper


Malam di Bromo

Awan kelabu merayap, menggeser bintang malam. Menutup dewi malam yang sedang bersolek. Tik! Tik! Bunyi rinai air yang jatuh menghujam tanah menambah kantukku. Gemericiknya beradu dengan gesekan tanah. Nyaris bersamaan dengan senandung katak yang sahut-menyahut. Nada ritmis bak orkestra yang meninabobokkan bocah di tengah malam. Kulipat kedua lenganku. Menepis hawa dingin yang mencengkeram tubuhku yang menggigil.
Kakiku berselonjor menghantam undakan ubin tangga kayu di daun pintu. Mataku mengerjap-ngerjap. Penduduk yang berseliweran tak segan melempar senyum sembari melangkah mantap untuk melakukan mendhak tirta1. Pandanganku menerawang jauh. Dari kawah Bromo, aku dapat melihat asap dupa yang menyeruak. Seakan menantang dinginnya bayu malam dan rinai hujan.
“Kamu belum bersiap?” tiba-tiba sosok suara bergema membuyarkan lamunanku. Aku menggeleng skeptis. Pikiranku melayang bersama asa. Pria tegap itu mengencangkan ikat kepalanya. Ikat yang mengingatkanku pada suatu peristiwa yang terjadi di malam yang sama.
***
Dinginnya malam menyumsum. Kelam menerkam bayang-bayang hitam di cakrawala. Sang bayu silir-semilir berembus lembut menghasut. Memuput ikat udeng yang terbang seakan melambai-lambai pada sang rembulan. Dalam temaram pendarannya yang teduh memayungi samudera berpasir, kawah Gunung Bromo. Tubuh kurus berbalut kain hitam entak rampak beradu ke pelataran pura. Di tengah debu berpasir yang membuncah pelupuk mata. Sembari menghadap tungku pembakaran dupa, bibir mereka mengulum, merapal mantra-mantra. Larut dalam kekhidmatan.
Kabut putih menebal, seakan menambah mistis suasana.  Aroma dupa dan kemenyan langsung tercium saat masyarakat Tengger berpuak-puak memasuki Pura Luhur Poten. Diiringi alunan gending ritmis yang larung bersama doa dan puja-puja. Gegap gempita dalam keharmonian.
Hong wilaheng mangkudaya
jagad dewa bathara eyang
jagad pramudita ingkang
miwiti, ndugiaken kajate…2
Kuncup mataku tak lekas beralih dari Kang Asep. Matanya terpejam. Bibirnya ripuh bergeremeng, menghapal mantra-mantra. Peluh menetes dari tengkuknya. Aku mencoba mengusap pundaknya. “Kang, upacara bakal miwiti.”
Kang Asep tersenyum getir. Jemari kurusnya mengacak-acak rambut ikalku. Tak ada sepatah kata yang terucap. Pria bertubuh ramping itu sibuk melantunkan doa dan puja-puji kepada Sang Hyang Widhi3.
Gamelan tiba-tiba ditabuh lebih keras tanda prosesi upacara Kasada akan dimulai. Obor-obor disulut meliputi dinding bujur sangkar pura. Remang-remang. Sang dukun ketua mulai berkutat dengan mantra dan doa.
            “Rileks, Kang”. Aku kembali menoleh ke Kang Asep. Matanya masih terpejam. Siluet tubuhnya membungkuk kaku di dinding pura. Badannya bergetar hebat bersamaan dengan bisikan sayup yang terdengar dari kuluman bibirnya.
            Tak lama, pria bertubuh tegap itu melangkah mantap. Kemudian duduk di hadapan ketiga dukun sesepuh. Dalam adat Tengger, seseorang akan diangkat menjadi dukun bila ia berhasil menjalani ritual mulenen4. Dimana mereka harus membaca mantra tanpa terputus selama nyaris berjam-jam.
Di bawah naungan tedung3, Kang Asep kemudian memulai bacaan mantranya. Mulutnya berkomat-kamit, suaranya liris terdengar dari pengeras suara. Kemudian lesap, lebur serempak dengan detak jantungnya yang menggebu-gebu. Suasana berubah gegap gempita. Para penonton saling bertukar pandang. Serupa dengan gelengan ketiga sesepuh yang mulai ragu. Kang Asep belingsatan. “Semangat, Kang!” Aku mengepalkan tanganku ke atas bak meninju langit.
            Sekejap ekor matanya menoleh padaku. Kembali dikulumnya senyum getir. Tak lama bibirnya bergetar merapal mantra dengan terbata. Kata-katanya seakan tercekat di pangkal tenggorokan. Syukurlah, Dewi Fortuna masih berpihak, Kang Asep dapat menyelesaikan bacaan mantranya.
Rampung,” pungkasnya malu-malu.
            “Kados pundi sedulur brang wetan? brang kulon?”4 Sang dukun kepala  menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil berbisik-bisik. Meminta penilaian dari kedua dukun lainnya. “Saaaah?” tanyanya pada masyarakat sekitar.
            Mbah Sani yang sedari tadi mengelus rambutku melepaskan telapak tangan keriputnya. Aku dapat merasakan getaran yang membuncah raga wanita paruh baya itu. Lengannya kaku, tubuhnya ringkih. Bibirnya berkomat-kamit. Telapak tangannya menyembah, memohon restu atas kelulusan Kang Asep.
            Ketiga dukun masih bercakap seraya sekali-kali mengangkat tangan mereka. Kang Asep tertunduk pasrah. Bola matanya berkaca-kaca. Dia siap menerima keputusan terpahit dalam tilas hidupnya.
            “Lulus. Saaaaaah!”
            Pelukan jemari Mbah Sani terlepas dari pundakku. Bruuuk! Seketika wanita paruh baya itu luruh. Jatuh tertelungkup bertabur rinai air mata. Memecah keramaian menjadi dua kubu.
***
            “Sampeyan ora bersiap?” tanya Kang Asep lagi. Kali ini dia meninggikan nada suaranya hingga seranaanku buyar. “Belum, kang.” sahutku. Kang Asep duduk di undakan anak tangga di pintu gubuk sembari menepuk pundakku. “Sampeyan ora melu mendhak tirta?”
            Aku menggeleng. Kutolehkan kepalaku ke belakang. Desiran angin menerbangkan atap pelepah kelapa yang melambai-lambai. Hanya ada empat bilah bambu yang menyangga bilik gubuk. Bila angin menerjang, kapan saja nyawaku dapat terancam. “Kang, apakah tidak bosan hidup seperti ini?”
            Kang Asep duduk mendekat. Kemudian pundakku kembali ditepuknya dan mataku ditatapnya dengan pandangan teduh. “Don, kang mas dibayar seikhlas masyarakat. Kang mas bersyukur atas pemberian Tuhan. Besar atau kecilnya itu. Karena tidak semua masyarakat bisa menjadi dukun. Pekerjaan ini mulia, Don.”
            “Mulia? Mantra-mantra suci Kang Mas bahkan tidak bisa menyelamatkan nyawa Mbah Sani!” gertakku kasar. “Pekerjaan Kang mas bagai menghasta kain sarung, sia-sia!” Kang Asep terperanjat. Tak disangkanya kata-kata kasar itu terucap begitu saja dari bibirku.
“Don, nyawa itu ada di tangan Tuhan! Kang mas hanyalah hamba yang mengabdi pada agama yang diwariskan para leluhur. Kang mas juga kelak akan mati menyusul Mbah Sani, Don!”
            Kang Asep membisu. Terdiam seribu bahasa. Tubuhku lemas, seakan menyesal sudah mengucapkan kata-kata sekasar itu. Apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur. “Jadi kamu tidak mau ikut Yadnya Kasada?!” tanyanya lagi yang kemudian dibalas dengan gelengan kepalaku.
            Kemudian dia bangkit mengenakan sandal lusuhnya dan melangkah menuruni undakan tangga sambil menoleh. “Awas kualat, Don!” ucapnya sembari berlalu dari hadapanku. Berlari kecil menghantam rinai hujan.
            Kutepis perkataan Kang Asep. Mencoba melupakannya. Penglihatanku teralih jauh ke arak-arakan. Hujan sudah mulai mereda rupanya. Dari kaki gunung aku dapat melihat orang-orang melarung ongkek-ongkek5 ke kawah Bromo. Sementara anak-anak berkecipak ria menghantam genangan air.
Kres Kres! Semak bergesek. Tidak sekali, namun berkali-kali. Aku terperanjat. Memicingkan mataku seraya mencari asal muasal suara.
“Si..siapa itu?” tanyaku tak berbalas. Kucoba ‘tuk berdiam diri, tetapi suara itu terdengar bertubi-tubi. Bulu romaku berdiri mendukung tubuhku yang menggigil ketakutan. Bayang hitam mendekat mencekik mataku. Matanya merah menyala membekam mulutku. Lidahku kelu bagai diikat tali sauh.
            Bayang hitam itu makin jelas terlihat. Tubuhnya kurus bagai tulang dibungkus kulit. Jasadnya hitam seperti melepuh terbakar  Bau bacin menyeruak tercium hidungku. Pria itu menatap kosong dan jemari telunjuknya tegak menuding ke arahku.
            “Kang Asep.. Tolooong!” atmaku meraung menikam sukma. Kuambil langkah seribu dan kubanting pintu menghantam kosen kayu. Braaaak! Sekali, dua kali, berkali-kali terdengar suara ketukan. Tengkukku dibanjiri keringat. Sekujur tubuhku bergetar hebat. Pintu gubuk nyaris terbuka, seperti didobrak oleh seseorang dari luar. Susah payah kusandarkan tubuhku menahan pintu.
Samar-samar aku terbayang wajah Kang Asep dan perkataannya. Apakah aku kualat? Didera ketakutan luar biasa, Aku melolong, menyebut-nyebut nama Kang Asep. Asaku remuk bak robekan buku yang dibakar lalu luruh disemai menjadi abu.
            Tuhan… Selamatkanlah diriku. Kutukan, kualat itu benar adanya. Tidak seharusnya aku menyalahkan takdir-Mu atas nasib buruk yang menghampiriku.
             “Don, kamu disana?” tanya sosok suara. Tubuhku langsung tersungkur bersimbah peluh. Kang Asep mendobrak pintu dan menemukanku terkulai lemas tak berdaya. “Apa yang terjadi Don?”
            Mataku nanar menatap perawakan tegap di hadapanku. Badanku seakan membeku sedingin bongkahan es. Langsung kupeluk tubuh basahnya, meninggalkan jutaan tanda tanya.
            “Aku kualat, Kang. Aku janji tidak akan meninggalkan Yadnya Kasada untuk kedua kalinya. Aku menyesal, Kang!”
            Kang Asep mengernyitkan dahinya. “Kualat apa?” Namun akhirnya dia tersenyum masam. Setelah itu tidak ada pertanyaan lagi yang keluar dari bibirnya. Dia larut dalam pelukan hangatku.
            “Maafkan aku, Kang…” sesalku. Jemari Kang Asep asyik mengacak-acak rambutku. Kemudian sembari mengelus-elus jidatku, dia menggeleng. “Tak apa, yang penting kamu sudah menyadari kesalahanmu..”
***
            Pagi, sang surya tersipu diarak dayang-dayangnya si kapas putih. Pendarannya menyeruak ke celah-celah anyaman bambu bujur sangkar yang mengitari bilik tidurku.
            Tok Tok Tok! Suara ketukan pintu. Dengan malas, kuayunkan kakiku. “Permisi, dik…” Seorang pria perawakan kebapakan hadir di daun pintu. “Ada Kang masmu?” Senyumnya kemudian kubalas dengan gelengan kepala. “Kang Mas sedang ada urusan,”. Aku melangkah malas dan menumpukan tumitku pada undakan tangga. Mengucek-ucek mataku yang baru setengah terbangun.
            “Tadi malam saya sudah kesini dik, tapi tidak ada orang.” Bapak itu mengernyitkan dahinya selagi menggaruk-garuk kepalanya. Kemudian dia duduk mendekat di undakan tangga. “Saya mendengar jeritan orang dari dalam. Sepertinya dia meminta tolong. Tetapi saat saya mendobrak pintu, pintu tidak bisa dibuka. Sepertinya pintunya rusak.”
            Wajahku pucat pasi. Senyum yang menghiasi rona wajahku sirna. Tergantikan oleh guratan kemerahan yang mengitari lesung pipiku.
            “Saya pindahan dari Aceh, Syukurlah saya salah lihat, jika tidak anak itu pasti sudah bernasib buruk sekarang! Siksa Tuhan itu lebih kejam.”
            Sukmaku langsung tertohok oleh kritik pedas yang menghujam bak sebilah pedang samurai. Mungkin itu salah satu bentuk teguran Sang Hyang Widhi atas kepongahanku. Aku yang tidak pernah bersyukur.
            “Pak…” sapaku lirih. Tiba-tiba bau gosong tercium. Entah bagaimana, aku teringat, tadi malam aku melihat sosok bertubuh kurus, berbaju putih, dan berbau gosong. Sama persis. Tubuhku langsung gemetaran dan seketika aku terdiam.
            “Don! Bicara dengan siapa kamu tadi?” tanya Kang Asep menatap dari kejauhan dengan curiga. Aku berlari menghampiri pria berbadan tegap itu.
            “Anu kang… itu. Anu. Ada yang mencari Kang Mas,” laporku. Tetapi saat aku menoleh ke belakang, pria itu menghilang bak ditelan bumi. Mataku menelisik sekitar. Jejaknya pun tidak ada padahal tanah sedang berlumpur karena teraduk bersama kubangan air hujan.
            “Sedari tadi Kang Mas melihatmu mengobrol sendiri. Lalu mana yang mencari Kang Mas? Ke mana dia?” Kang Asep bertanya tepat saat tubuhku tersungkur. Aku jatuh tertelungkup. Kang Asep langsung panik dan membopongku. Tak lama, aku terbangun. Keringat dingin mengucur dari sekujur tubuhku. Bibirku bergetar-getar lemah. Aku pun menceritakan semuanya pada Kang Asep.
            “Don..” sapa Kang Mas lirih. Dia membawakanku seteguk air putih hangat. “Minum dulu.” perintahnya.
“Iya Kang Mas…” Aku mengangguk menurut. Kuteguk segelas air putih hangat yang melarung kegelisahan di kerongkonganku.
“Kamu baru saja bertemu dengan roh leluhur, Don. Roh yang mengorbankan dirinya demi keselamatan rakyat di sekitar kawah Bromo. Sebelum itu, dia meminta agar kita melemparkan hasil ladang setiap bulan Kasada ke kawah Bromo. Upacara ini kemudian disebut dengan Yadnya Kasada. Upacara pengorbanan ini merupakan wujud syukur kita, Don, sebagai hamba Tuhan atas karunianya yang melimpah,” Kang Asep menjeda kisahnya dengan helaan napas.
“Don, Biarlah kita hidup seperti umang-umang asal jangan bertingkah seperti anjing terpanggang ekor.” Tuturnya sambil terkikik. Namun Kang Asep bergegas menahan tawanya. Aku mengernyit curiga. “Jangan-jangan…”
            “Hidup dikandung adat, mati dikandung tanah!” serunya masih menahan tawa (lagi), namun pada akhirnya kekehan tawanya meledak (juga).

Muhammad Anugrah Utama, SMA Negeri 1 Metro
Catatan Kaki Cerpen
Salah satu prosesi dalam Upacara Kasada yaitu pengambilan air suci untuk upacara di Pura Luhur Poten.
2 Merupakan kutipan mantra pengantar upacara adat suku Tengger yang diujikan pada saat upacara Kasada. Dikutip dari https://jawatimuran.wordpress.com
 Sebutan Tuhan Yang Maha Esa dalam agama Hindhu.
4   Payung hias Bali
 “Bagaimana saudara Brang Wetan? Brang Kulon?  (Wilayah Suku Tengger terbagi menjadi dua, yaitu Sabrang Wetan dan Sabrang Kulon)
5  Wadah yang berisi sesaji dari hasil pertanian, ternak, dan lain-lain

Pendidikan Latihan English Club 2016/2017

Diklat English Club dilaksanakan apda 4-5 November 2016 merupakan ajang pelatihan dan pencarian bibit baru untuk siswa yang berbakat di bidang Public Speaking dan Communication Skill. Kegiatan yang diadakan berupa pelatihan, seminar, games, outbound, dan lain-lain.










4 Negara Mayoritas Islam di Eropa















Peringkat 4

Kosovo background: Pada akhir 1990-an terjadi konflik yang menghancurkan setelah Pasukan Pembebasan Kosovo, didukung oleh mayoritas etnis Albania - yang kebanyakan adalah Muslim - melakukan pemberontakan terbuka terhadap kekuasaan Serbia. Lalu, Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic melakukan "pembersihan etnis" terhadap penduduk Albania Kosovo.

Akibatnya, ribuan orang mati dan ratusan ribu mengungsi. Begitu parahnya, sehingga NATO pun turun tangan pada Maret dan Juni 1999 dalam ‘peperangan' itu dan mendorong pasukan Serbia dan Kosovo tetap berada di bawah kendali PBB.

Frustasi yang dalam dirasakan komunitas etnis Albania dan kekhawatir akan masa depan minoritas Kosovo. Serangan terhadap etnis minoritas Kosovo oleh Serbia menyebabkan menurunnya populasi mereka dan ini hal yang memprihatinkan.

Peringkat 3

Bosnia Hercegovina
Total populasi: 3,8 juta
Penduduk Muslim: 1,5 juta (40%)

Latar Belakang: Bosnia-Hercegovina telah pulih dari perang antar-etnis berdarah yang terjadi 1992-95. Sekitar 250.000 orang tewas dalam konflik antara Muslim Bosnia, Kroasia dan Serbia. Hampir 8.000 Muslim Bosnia dibunuh oleh Serbia di Srebrenica pada tahun 1995 - ini merupakan kekejaman terburuk Eropa sejak Perang Dunia II. Akibatnya, banyak umat Islam yang terlantar, begitu pula anggota masyarakat lainnya. Sampai kini pasukan penjaga perdamaian tetap ada di negeri ini.

Peringkat 2
Albania
Total populasi: 3,1 juta
Penduduk Muslim: 2,2 juta (70%)

Background: Ibadah agama dilarang di Albania hingga transisi dari negara Stalinis ke demokrasi pada 1990-an. Kini Islam dipeluk oleh hampir sebagian besar penduduknya. Dan, kebanyakan orang Albania adalah Muslim Sunni. Hal ini terkait dengan latar belakar sejarah bangsa tersebut: Balkan selama berabad-abad memiliki hubungan Kekaisaran Ottoman Turki. Ketika sistem kerajaan dihapus, namun budaya telah mengakar di sana. Populasi muslim Albania juga menyebar ke sejumlah negara Eropa lain.

Peringkat 1

Turki
Total populasi: 68.7 juta
Penduduk Muslim: 68 juta (99%)

Latar belakang: Meskipun Turki adalah negara sekuler, Islam adalah bagian penting dari kehidupan Turki.
Keinginannya bergabung dengan Uni Eropa sebagai anggota mendapat penentangan dari sejumlah Negara Eropa yang merasas khawatir Negara berpenduduk mayoritas Islam itu tak dapat menyesuaikan diri dengan Negara Eropa lain. Turki menuduh para penentangnya itu sebagai ingin melestarikan ‘klub kristen'.

Lamaran keanggotaan Turki resminya baru dibicarakan Oktober 2005, negosiasi ini diperkirakan akan memakan waktu 10 tahun. Muslim Turki terbesar dari kelompok Sunni, lalu yang cukup signifikan dari Shias.(ardi-lamadi)

Artikel Berita Muhammad Anugrah Utama

Debat Calon Gubernur, KPU DKI Jakarta Usung Tema Sosial Ekonomi


Orientasi
Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta berencana menggelar tiga sesi debat terbuka calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. "Debat pertama akan dilaksanakan pada 13 Januari, debat kedua pada 27 Januari, dan debat ketiga pada 10 Februari," kata Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno saat konferensi pers di kantornya pada Rabu, 11 Januari 2017.

Peristiwa

Sumarno mengatakan pada debat pertama akan diselenggarakan di Bidakara pada pukul 20.00 hingga 22.00 WIB. Para pasangan calon gubernur akan debat secara off air dan on air disaksikan masing-masing pendukungnya. Kegiatan itu juga akan disiarkan secara langsung oleh Net TV, TV One, dan Jawa Pos TV.

Pada debat pertama KPU DKI memilih tema pembangunan sosial ekonomi untuk Jakarta. Tema ini kemudian dipecah ke dalam beberapa aspek. Debat akan dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama pembahasan terkait lingkungan, transportasi, pendidikan, dan terakhir keamanan warga Jakarta.

Komisioner KPU DKI Jakarta, Betty Epsilon Idroos menjelaskan bahwa acara debat akan dipandu oleh Ira Koesno sebagai moderator acara. Pihaknya juga menunjuk empat panelis dari kalangan akademisi. Para panelis akan bertugas merumuskan pertanyaan untuk pasangan calon gubernur.

Pertanyaan sebelumnya telah dibuat panelis dan disetujui oleh KPU sesuai dengan garis besar tema yang ditentukan. Nantinya setiap pasangan calon wajib menjawab pertanyaan dan dilarang keluar dari konteks. "Saat ini kami belum bisa mengumumkan siapa nama panelisnya, nanti saat acara akan dimulai," ujar dia.

Sumarno menambahkan bahwa pihaknya juga telah berkoordinasi dengan masing-masing pasangan calon terkait sejumlah peraturan, termasuk penunjukan Ira Koesno sebagai moderator. Ira dianggap mumpuni dalam membawakan acara debat karena independen dan profesional.

"Selain moderator KPU juga telah menentukan panelis atau tim perumus materi debat," tutur Sumarno. "Mereka adalah pakar di bidangnya masing-masing, dan tentunya berkaitan dengan tema debat nanti."

Sumarno juga meyakinkan masyarakat bahwa seluruh pihak memiliki semangat yang sama untuk menjunjung keadilan dan keberimbangan. Baik itu panelis, moderator, maupun televisi penyelenggaara. "Karena masing-masing telah menandatangani pakta integritas."

Setelah itu, KPU juga berencana mengadakan debat kedua dan ketiga. Debat kedua akan diadakan pada 27 Januari, serta debat ketiga pada 10 Februari. Namun pihaknya belum membocorkan tema yang akan dipilih pada debat kedua dan ketiga.

Sumber Berita
https://pilkada.tempo.co/

Naskah Berita Muhammad Anugrah Utama

Berita 1
Image result for astronomi

Selamat pagi pemirsa, kembali bersama saya Muhammad Anugrah Utama di acara Seputar Indonesia, untuk mengabarkan berita-berita yang teraktual tajam dan terpercaya, yang kami rangkum dalam Seputar Indonesia hari ini.

Para astronom mengatakan mereka memiliki bukti bahwa sekitar 17 miliar planet yang berukuran seperti Bumi terdapat di dalam galaksi kita. Teleskop milik badan ruang angkasa Amerika, NASA, Kepler digunakan untuk meneliti bintang-bintang yang berukuran sama dengan Matahari dan menemukan bahwa satu dari enam bintang memiliki planet berukuran seperti Bumi di orbitnya. Tim Kepler juga mengumumkan adanya 461 planet baru. Hasil penelitian itu diajukan dalam Masyarakat Astronomi Amerika di California. Sejak diluncurkan ke orbit pada 2009, teleskop Kepler dipasang pada satu sudut di langit dan menangkap lebih dari 150.000 bintang. Teleskop itu juga mendeteksi cahaya yang meredup dari satu bintang bila ada planet yang lewat di depan bintang itu atau transit.

Francois Fressin, pakar astrofisika dari Harvard-Smithsonian Centre, yang menemukan planet pertama berukuran Bumi, mengatakan ada juga planet-planet yang tidak tertangkap oleh Kepler. “Kami harus memperbaiki dua hal. Pertama (daftar planet yang ditangkap Kepler) tidak lengkap,” kata Fressin kepada BBC. “Perbaikan kedua adalah ada yang sebenarnya bukan planet namun hanya sekedar konfigurasi astrofisika,” tambahnya. Hasil penelitian para astronom ini menunjukkan bahwa 17% bintang menjadi tempat orbit planet dengan ukuran 1,25 lebih besar dari Bumi, dan orbit berlangsung paling lama 85 hari, seperti halnya planet Merkuri. Berdasarkan penelitian itu disimpulkan dalam galaksi terdapat paling tidak 17 miliar planet yang berukuran seperti Bumi.

Berita tadi menutup acara Seputar Indonesia hari ini. Saya Muhammad Anugrah Utama mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.


Berita 2
Selamat siang pemirsa. Berjumpa lagi bersama saya di Liputan 6 Siang , Hari ini saya membawa berita mengenai kelanjutan serangan Israel .

Sebuah gudang di kompleks bangunan PBB hancur pada hari kamis, 15 January 2017, akibat serangan Israel yang tampaknya bom fosfor putih , menurut Kepala Urusan Kemanusiaan PBB, John Holmes, kepada wartawan saat jumpa pers di New York, gudang utama PBB itu rusak parah oleh apa yang tampaknya bom fosfor putih , Orang-orang yang berada di lapangan tidak ragu-ragu lagi mengenai bom itu.

 Kompleks bangunan tersebut milik Badan Bantuan PBB untuk pengungsi Palestina [UNRWA] . kelompok Hak Azazi Manusia, Human Right Watch, sebelumnya juga menuduh Israel melancarkan serangan dengan bom fosfor putih , bom ini berfungsi untuk membunuh, dan juga sebagai bahan pembakar bangunan ,

 Sedangkan pihak Israel sendiri menolak berkomentar mengenai penggunaan amunisi tersebut, namun mereka mengatakan, bahwa militer Negara itu menggunakan senjata yang tidak melanggar hukum internasional .

 Pemirsa, kecaman-kecaman terhadap militer Israel juga datang dari dalam negeri. Ofensif Israel terhadap Hamas di jalur Gaza telah menimbulkan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga sipil di wilayah Palestina itu. Mereka menuduh pasukan Negara Yahudi tersebut menggunakan senjata-senjata mematikan yang menewaskan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.

Kami informasikan juga, penduduk sipil di Gaza mengalami penderitaan kemanusiaan yang luar biasa. Tingkat pencederaan terhadap penduduk sipil itu belum pernah terjadi sebelumnya.

Berita tadi menutup acara Seputar Indonesia hari ini. Saya Muhammad Anugrah Utama mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.

Naskah Berita Dini Ramadhani

Selamat pagi pemirsa, kembali bersama saya Dini Ramadhani di acara Seputar Indonesia, untuk mengabarkan berita- berita yang teraktual tajam dan terpercaya, yang kami rangkum dalam Seputar Indonesia pagi ini.

POHON TUMBANG AKIBAT HUJAN DERAS

Pada hari Rabu, 1 Januari 2017, hujan deras yang disertai angin kencang telah menumbangkan sebuah pohon yang cukup besar.

Pohon tersebut tepatnya telah menutup jalur busway yang berada di Jl. Sisingamangaraja Jakarta Selatan. Sehingga Bus ...Trans Jakarta dari arah CSW menuju Bundaran Senayan terpaksa melewati jalan umum.

Menurut warga setempat kejadian ini terjadi tepatnya pada pukul 15.10 WIB hingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Kejadian ini tidak merenggut korban jiwa.


Berita tadi menutup acara Seputar Indonesia pagi ini. Saya dini ramadhani mengucapkan terimakasih dan sampai jumpa.